Manajemen Risiko Usahatani Jeruk Lemon (Citrus medica) di Desa Anggrasmanis Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar - 2050300036

Utami, Yuni Falah (2024) Manajemen Risiko Usahatani Jeruk Lemon (Citrus medica) di Desa Anggrasmanis Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar - 2050300036. Skripsi thesis, Universitas Veteran Bangun Nusantara.

[thumbnail of HALAMAN AWAL] Text (HALAMAN AWAL)
AGRI Yuni Falah-1.pdf - Submitted Version

Download (191kB)
[thumbnail of BAB I-II] Text (BAB I-II)
AGRI Yuni Falah-2.pdf - Submitted Version

Download (263kB)
[thumbnail of BAB III-VI] Text (BAB III-VI)
AGRI Yuni Falah-3.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (447kB)

Abstract

Salah satu komoditas dari tanaman hortikultura adalah buah jeruk lemon. Buah yang memiliki rasa masam ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh, bisa sebagai bahan baku kesehatan, kecantikan, sebagai campuran bahan obat tradisional, makanan dan sebagai minuman. Keberhasial usahatani tidak hanya dilihat dari segi tingginya produksi yang dihasilkan, tetapi juga dipengaruhi oleh adanya faktorfaktor risiko ketika mengusahatanikan jeruk lemon. Penelitian mengenai manajemen risiko usahatani jeruk lemon di Desa Anggrasmanis Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar diperlukan agar usahatani jeruk lemon lebih optimal.
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sumber-sumber risiko dan menganalisis tingkat risiko pada usahatani jeruk lemon kemudian mengidentifikasi strategi penanganan yang akan dilakukan untuk mengoptimalkan usahatani jeruk lemon di Desa Anggrasmanis Kecamatan Jenawi. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan menggunakan data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan Fishbone dan Analytical Network Process (ANP). Hasil penelitian menunjukan terdapat lima faktor risiko usahatani jeruk lemon yaitu risiko pasar (0.41807), risiko sumber daya manusia (0.23562), setelah itu dilanjutkan risiko produksi (0.21316), risiko kelembaagan (0.08380) dan yang terakhir risiko finansial dengan nilai (0.04935). Dari lima faktor risiko tersebut, risiko yang memiliki nilai paling tinggi yaitu risiko pasar. Strategi penanganan risiko pasar yaitu pemanenan harus dilakukandengan benar dan dilakukan pensortiran setelah panen. Untuk meningkatkan harga bisa dilakukan pengolahan produk menjadi produk yang jauh lebih awet, menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi.
Memperluas kemitraan dapat dijadikan strategi untuk pengendalian risiko akan ketidakpastian permintaan dan pendistribusian.
Kata Kunci : Fishbone, Analytical Network Process (ANP), Manajemen Risiko

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Fishbone, Analytical Network Process (ANP), Manajemen Risiko
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Amalia Zulfa
Date Deposited: 10 Feb 2025 01:53
Last Modified: 10 Feb 2025 01:53
URI: https://eprints.univetbantara.ac.id/id/eprint/272

Actions (login required)

View Item
View Item